Jumat, 24 April 2015

PEMBELAJARAN BERBASIS BIMBINGAN (Resume kelompok 7)

PEMBELAJARAN BERBASIS BIMBINGAN
A.    Konsep Dasar Pembelajaran Berbasis Bimbingan
1.      Konsep Bimbingan
Natawidjaja (Arif, 2012) mengartikan bimbingan sebagai suatu proses  pemberian bantuan kepada individu yang dilakukan secara berkesinambungan, supaya individu tersebut dapat memahami dirinya, sehingga ia sanggup mengarahkan dirinya dan dapat bertindak secara wajar, sesuai dengan tuntutan dan keadaan lingkungan sekolah, keluarga, masyarakat dan kehidupan pada umumnya.
Menurut Abu Ahmadi (Aulia, 2015) bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada individu agar dengan potensi yang dimiliki mampu mengembangkan diri secara optimal dengan jalan memahami diri, memahami lingkungan, mengatasi hambatan guna menentukan rencana masa depan yang lebih baik.

Senin, 13 April 2015

STRATEGI PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING (Resume Kelompok 6)

STRATEGI PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
(Resume Kelompok 6)

A.    Masalah-masalah Siswa di Sekolah
Tohirin (2007: 111) mengungkapkan bahwa siswa di sekolah  akan mengalami masalah-masalah yang berkenaan dengan perkembangan individu, perbedaan individu, kebutuhan individu, penyesuaian diri dan kelainan tingkah laku, masalah belajar. Selain itu, M. Hamdan Bakran Adz-Dzaky (2004) mengklasifikasikan masalah individu termasuk siswa yaitu (1) masalah atau kasus yang berhubungan problematika individu dengan Tuhannya, (2) masalah individu dengan dirinya sendiri, (3) individu dengan lingkungan keluarga, (4) individu dengan lingkungan kerja, dan (5) individu dengan lingkungan sosialnya. Beberapa contoh masalah-masalah di sekolah yang dikemukakan dalam Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling (halaman 58) yaitu prestasi belajar rendah, kurang berminat pada bidang studi tertentu, bentrok dengan guru, melanggar tata tertib, membolos, terlambat masuk sekolah, pendiam, kesulitan alat pelajaran, bertengkar atau berkelahi, sukar menyesuaikan diri.

B.     Pendekatan-pendekatan Umum dalam Bimbingan dan Konseling
1.      Pendekatan Krisis
Pendekatan krisis adalah upaya bimbingan yang diarahkan kepada individu yang mengalami krisis atau masalah. Bimbingan bertujuan untuk mengatasi krisis atau masalah-masalah yang dialami individu. Dalam pendekatan krisis ini, guru BK menunggu siswa yang datang, selanjutnya mereka memberikan bantuan sesuai dengan masalah yang dirasakan siswa.
2.      Pendekatan Remedial
Pendekatan remedial adalah upaya bimbinngan yang diarahkan kepada individu yang mengalami kesulitan. Tujuan bimbingan adalah untuk memperbaiki kesulitan-kesulitan yang dialami individu. Dalam pendekatan ini guru BK memfokuskan pada kelemahan-kelemahan individu yang selanjutnya berupaya untuk memperbaikinya.

3.      Pendekatan Preventif
Pendekatan preventif adalah upaya bimbingan yang diarahkan untuk mengantisipasi masalah-masalah umum individu dan mencoba jangan sampai terjadi masalah tersebut pada individu. Guru BK berupaya untuk mengajarkan pengetahuan dan keterampilan untuk mencegah masalah tersebut pada individu.

4.      Pendekatan Perkembangan
Bimbingan dan konseling yang berkembang pada saat ini adalah bimbingan dan konseling perkembangan. Visi bimbingan dan konseling adalah edukatif , pengembangan, dan outreach.

Sabtu, 04 April 2015

TEKNIK-TEKNIK DASAR PEMAHAMAN INDIVIDU (Resume Kelompok 5)

TEKNIK-TEKNIK DASAR PEMAHAMAN INDIVIDU
(Resume Kelompok 5)

A.    Pengertian Individu
Manusia sebagai makhluk individu mengandung arti bahwa unsur dalam diri individu tidak terbagi, merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Unsur dalam diri individu yaitu unsur jasmani dan rohani, unsur fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa. Meskipun manusia memiliki unsur fisik yang sama akan tetapi masing-masing memiliki keunikan yang menjadikan perbedaan antar individu. Kita dapat membedakan seseorang dari lainnya berdasarkan perbedaan-perbedaan yang ada, baik dari perbedaan fisik maupun psikis.
Seorang individu adalah perpaduan antara faktor genotip dan fenotip. Faktor genotip adalah faktor yang dibawa individu sejak lahir, sedangkan faktor fenotip berasal dari lingkungan. Karakteristik yang khas dari seseorang sering disebut dengan kepribadian. Menurut Nursid Sumaatmadja (2000), kepribadian adalah keseluruhan perilaku individu yang merupakan hasil interaksi antara potensi-potensi bio-psiko-fisikal (fisik dan psikis) yang terbawa sejak lahir dengan rangkaian situasi lingkungan, yang terungkap pada tindakan dan perbuatan serta reaksi mental psikologisnya, jika mendapat rangsangan dari lingkungan. Dia menyimpulkan bahwa faktor lingkungan (fenotip) ikut berperan dalam pembentukan karakteristik yang khas dari seseorang.

B.     Pengertian Pemahaman Individu
Menurut Aiken (1997, hlm. 454) pemahaman individu adalah suatu cara untuk memahami, menilai atau menaksir karakteristik, potensi, dan atau masalah-masalah gangguan yang ada pada individu atau kelompok individu. Cara yang digunakan meliputi observasi, interview, teknik projektif, dan beberapa jenis tes.