Jumat, 24 April 2015

PEMBELAJARAN BERBASIS BIMBINGAN (Resume kelompok 7)

PEMBELAJARAN BERBASIS BIMBINGAN
A.    Konsep Dasar Pembelajaran Berbasis Bimbingan
1.      Konsep Bimbingan
Natawidjaja (Arif, 2012) mengartikan bimbingan sebagai suatu proses  pemberian bantuan kepada individu yang dilakukan secara berkesinambungan, supaya individu tersebut dapat memahami dirinya, sehingga ia sanggup mengarahkan dirinya dan dapat bertindak secara wajar, sesuai dengan tuntutan dan keadaan lingkungan sekolah, keluarga, masyarakat dan kehidupan pada umumnya.
Menurut Abu Ahmadi (Aulia, 2015) bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada individu agar dengan potensi yang dimiliki mampu mengembangkan diri secara optimal dengan jalan memahami diri, memahami lingkungan, mengatasi hambatan guna menentukan rencana masa depan yang lebih baik.
2.      Konsep Pembelajaran dan Pembelajaran Berbasis Bimbingan
Mariyana (2008, hlm. 2) bahwa pembelajaran berbasis bimbingan merupakan sebuah model pembelajaran yang dirancang berdasarkan pemahaman terhadap bimbingan, dengan memperhatikan pemahaman terhadap anak dan cara belajarnya. Budiman (Najjah, 2015), pembelajaran berbasis bimbingan seharusnya berlandaskan pada prinsip-prinsip bimbingan yaitu:
a.    Didasarkan pada Needs assessment (sesuai dengan kebutuhan)
b.    Dikembangkan dalam suasana membantu (helping relationship)
c.    Bersifat memfasilitasi
d.   Berorientasi pada: (1) learning to be (belajar menjadi); (2) learning to learn (belajar untuk belajar); (3) learning to work (belajar untuk bekerja dan berkarir); (4) learning to live together (belajar untuk hidup bersama).
e.    Tujuan utama perkembangan potensi secara optimal.
Menurut Kartadinata dan Dantes (dalam Mariyana, 2008, hlm. 2) pembelajaran berbasis bimbingan memiliki ciri-ciri berikut:
a.    Diperuntukkan bagi semua siswa.
b.    Memperlakukan siswa sebagai individu yang unik dan sedang berkembang.
c.    Mengakui siswa sebagai individu yang bermartabat dan berkemampuan.
d.   Terarah ke pengembangan segenap aspek perkembangan anak secara menyeluruh dan optimal.
e.    Disertai dengan berbagai sikap guru yang positif.

B.     Prinsip-prinsip Pembelajaran Berbasis Bimbingan
Prinsip-prinsip Pembelajaran Berbasis Bimbingan, yaitu :
1.        Proses membantu individu
2.        Bertitik tolak pada individu yang dibimbing
3.        Didasarkan pada pemahaman atas keragaman individu yang dibimbing
4.        Pada batas tertentu perlu ada referal
5.        Dimulai dengan identifikasiatas kebutuhan individu
6.        Diselenggarakan secara luwes dan fleksibel
7.        Sejalan dengan visi dan misi lembaga
8.        Dikelola dengan orang yang memiliki keahlian di bidang bimbingan
9.        Ada sistem evaluasi yang digunakan
Pembelajaran yang berlandaskan pada prinsip-prinsip bimbingan menurut Budiman (2008) adalah didasarkan pada Needs Assesment, dikembangkan dalam suasana membantu (helping relationship), empati, keterbukaan, kehangatan psikologis, realistis, bersifat memfasilitasi, berorientasi pada : (a) learning to be (belajar untuk menjadi), (b) learning to learn (belajar untuk belajar), (c) learning to work (belajar untuk bekerja dan berkarier), (d) learning to live together (belajar untuk hidup bersama), tujuan utama perkembangan potensi secara optimal.

C.    Model-model Pembelajaran yang Berorientasi pada Pengembangan Individu
Joyce dan Weil (dalam Rusman, tt, hlm.6) berpendapat bahwa model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentuk kurikulum (rencana pembelajaran jangka panjang), merancang bahan-bahan pembelajaran, dan membimbing pembelajaran di kelas atau yang lain.
1.    Model Pemrosesan Informasi
Model pembelajaran ini berdasarkan teori belajar kognitif (Piaget) dan berorientasi pada kemampuan siswa memproses informasi yang dapat memperbaiki kemampuannya
Menurut Rusman (tt, hlm.12) ada Sembilan langkah yang harus diperhatikan guru di kelas yang kaitannya dengan model pembelajaran pemrosesan informasi, yaitu:
a)    Melakukan tindakan untuk menarik perhatian siswa.
b)   Memberikan informasi mengenai tujuan pembelajaran dan topik yang akan dibahas.
c)    Merangsang siswa untuk memulai aktivitas pembelajaran,
d)   Menyampaikan isi pembelajaran sesuai dengan topik yang telah ditentukan.
e)    Memberikan bimbingan bagi aktivitas siswa dalam pembelajaran.
f)    Memberikan penguatan pada perilaku pembelajaran.
g)   Memberikan feedback terhadap perilaku yang ditunjukkan siswa.
h)   Melaksanakan penilaian proses dan hasil.
i)     Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan menjawab berdasarkan pengalamannya.

2.    Model Personal
Model pembelajaran personal adalah model pembelajaran yang bertitik tolak pada teori Humanistik, yaitu berorientasi terhadap pengembangan individu.
Model pembelajaran personal ini meliputi strategi pembelajaran sebagai berikut:
a)    Pembelajaran Non-Direktif, bertujuan untuk membentuk kemampuan dan perkembangan pribadi (kesadaran diri, pemahaman, dan konsep diri).
b)   Latihan kesadaran, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan interpersonal atau kepedulian siswa.
c)    Sinektik, untuk mengembangkan kreativitas pribadi dan memecahkan masalah secara kreatif.
d)   Sistem konseptual, untuk meningkatkan kompleksitas dasar pribadi yang luwes.

3.    Model Interaksi Sosial
Model pembelajaran interaksi sosial ini didasari oleh teori belajar Gestalt (field theory). Model ini menitikberatkan hubungan yang harmonis antara individu dengan masyarakat (learning to life together). Model interaksi sosial ini mencakup strategi pembelajaran yaitu kerja kelompok, pertemuan kelas, pemecahan masalah sosial atau inquiry social, model laboratorium, bermain peranan dan simulasi solusi.
4.    Model Modifikasi Tingkah Laku
Model pembelajaran modifikasi tingkah laku bertitik tolak dari teori belajar behavioristik, yaitu bertujuan mengembangkan sistem yang efisien untuk mengurutkan tugas-tugas belajar dan membentuk tingkah laku dengan cara memanipulasi penguatan (reinforcement).

5.    Model Pembelajaran Terpadu Berbasis Budaya
Model pembelajaran terpadu berbasis budaya yang dikembangkan untuk meningkatkan apresiasi siswa terhadap budaya lokal dan dikembangkan berdasarkan pengalaman awal budaya siswa.

6.    Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning)
Pembelajaran kooperatif adalah salah satu bentuk pembelajaran yang berdasarkan paham konstruktivis. Pembelajaran kooperatif merupakan strategi belajar dengan sejumlah siswa sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat kemampuannya berbeda. Langkah-langkah pembelajaran Cooperative Learning menurut Arends (dalam Fatirul, 2008, hlm. 20) adalah:
a)         Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa
b)        Menyajikan informasi
c)         Mengorganisasikan siswa kedalam kelompok-kelompok belajar
d)        Membimbing kelompok bekerja dan belajar
e)         Evaluasi
f)         Memberikan penghargaan

7.    Model pembelajaran kontekstual
Menurut Nurhadi (dalam Riadi, 2013) pembelajaran kontekstual merupakan suatu konsep belajar dimana guru menghadirkan situasi dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapan dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat.

8.    Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning)
Menurut Glazer (dalam Nurfianti, 2011) mengemukakan Problem Based Learning merupakan suatu strategi pengajaran dimana siswa secara aktif dihadapkan pada masalah kompleks dalam situasi yang nyata. Tahap-tahap pembelajaran Problem Based Learning menurut Trianto (dalam Nurfianti, 2011) yaitu orientasi siswa pada masalah, mengorganisasi siswa, membimbing penyelidikan individu maupun kelompok, mengembangkan dan menyajikan hasil dan menganalisis dan mengevaluasi proses dan hasil pemecahan masalah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar