Senin, 13 April 2015

STRATEGI PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING (Resume Kelompok 6)

STRATEGI PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
(Resume Kelompok 6)

A.    Masalah-masalah Siswa di Sekolah
Tohirin (2007: 111) mengungkapkan bahwa siswa di sekolah  akan mengalami masalah-masalah yang berkenaan dengan perkembangan individu, perbedaan individu, kebutuhan individu, penyesuaian diri dan kelainan tingkah laku, masalah belajar. Selain itu, M. Hamdan Bakran Adz-Dzaky (2004) mengklasifikasikan masalah individu termasuk siswa yaitu (1) masalah atau kasus yang berhubungan problematika individu dengan Tuhannya, (2) masalah individu dengan dirinya sendiri, (3) individu dengan lingkungan keluarga, (4) individu dengan lingkungan kerja, dan (5) individu dengan lingkungan sosialnya. Beberapa contoh masalah-masalah di sekolah yang dikemukakan dalam Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling (halaman 58) yaitu prestasi belajar rendah, kurang berminat pada bidang studi tertentu, bentrok dengan guru, melanggar tata tertib, membolos, terlambat masuk sekolah, pendiam, kesulitan alat pelajaran, bertengkar atau berkelahi, sukar menyesuaikan diri.

B.     Pendekatan-pendekatan Umum dalam Bimbingan dan Konseling
1.      Pendekatan Krisis
Pendekatan krisis adalah upaya bimbingan yang diarahkan kepada individu yang mengalami krisis atau masalah. Bimbingan bertujuan untuk mengatasi krisis atau masalah-masalah yang dialami individu. Dalam pendekatan krisis ini, guru BK menunggu siswa yang datang, selanjutnya mereka memberikan bantuan sesuai dengan masalah yang dirasakan siswa.
2.      Pendekatan Remedial
Pendekatan remedial adalah upaya bimbinngan yang diarahkan kepada individu yang mengalami kesulitan. Tujuan bimbingan adalah untuk memperbaiki kesulitan-kesulitan yang dialami individu. Dalam pendekatan ini guru BK memfokuskan pada kelemahan-kelemahan individu yang selanjutnya berupaya untuk memperbaikinya.

3.      Pendekatan Preventif
Pendekatan preventif adalah upaya bimbingan yang diarahkan untuk mengantisipasi masalah-masalah umum individu dan mencoba jangan sampai terjadi masalah tersebut pada individu. Guru BK berupaya untuk mengajarkan pengetahuan dan keterampilan untuk mencegah masalah tersebut pada individu.

4.      Pendekatan Perkembangan
Bimbingan dan konseling yang berkembang pada saat ini adalah bimbingan dan konseling perkembangan. Visi bimbingan dan konseling adalah edukatif , pengembangan, dan outreach.


C.    Strategi Pelaksanaan Layanan Bimbingan dan Konseling
1.      Konseling Individual
Konseling individual adalah proses belajar melalui hubungan khusus secara pribadi dalam wawancara antara guru BK dan siswa. Konseling bertujuan membantu siswa untuk mengadakan interpretsai fakta-fakta, mendalami arti nilai hidup pribadi baik sekarang maupun mendatang. Konseling menjadi strategi utama dalam proses bimbingan dan merupakan teknik standar serta merupakan tugas pokok seorang guru BK.
Ada tiga tahapan dalam konseling individual yaitu tahap awal konseling, tahap pertengahan konseling, tahap akhir konseling. Tahap awal terdiri dari (a) membangun hubungan konseling dengan melibatkan siswa yang mengalami masalah, (b) memperjelas dan mendefinisikan masalah, (c) membuat penjajakan alternatif bantuan untuk mengatasi masalah, dan (d) menegosiasikan kontrak. Tahap pertengahan bertujuan untuk (a) menjelajahi dan mengeksplorasi masalah serta kepedulian siswa dan lingkungannya dalam mengatasi masalah tersebut, (b) menjaga agar hubungan konseling selalu terpelihara, dan (c) proses konseling agar berjalan sesuai kontrak. Tujuan tahap akhir ini adalah memutuskan perubahan sikap dan perilaku yang tidak bermasalah. Adapun tujuan lainnya dari tahap ini adalah Terjadinya transfer of learning pada diri siswa; Melaksanakan perubahan perilaku siswa agar mampu mengatasi masalahnya; dan Mengakhiri hubungan konseling.


2.      Konsultasi
Brown dan teman-temannya (Nurihsan, 2007: 16) telah menegaskan bahwa konsultasi itu bukan konseling atau psikoterapi sebab konsultasi tidak merupakan layanan yang langsung ditujukan kepada siswa, tetapi secara tidak langung melayani siswa melalui bantuan yang diberikan orang lain.
Menurut Nurihsan (2007) ada delapan tujuan konsultasi, yaitu:
a.       Mengembangkan dan menyempurnakan lingkungan belajar bagi siswa, orang tua, dan administrator sekolah;
b.      Menyempurnakan komunikasi dengan mengembangkan informasi diantara orang yang penting;
c.       Mengajak bersama pribadi yang memiliki peranan dan fungsi yang bermacam-macam untuk menyempurnakan lingkungan belajar;
d.      Memperluas layanan dari para ahli;
e.       Memperluas layanan pendidikan dari guru dan administrator;
f.       Membantu orang lain bagaimana belajar tentang perilaku;
g.      Menciptakan suatu lingkungan yang berisi semua komponen lingukngan belajar yang baik;
h.      Menggerakkan organisasi yang mandiri;
Sedangkan, langkah proses konsultasi menurut Nurihsan (2007) yaitu:
a.       Menumbuhkan hubungan berdasarkan  komunikasi dan perhatian pada siswa;
b.      Menentukan diagnosis atau sebuah hipotesis kerja sebagai rencana kegiatan;
c.       Mengembangkan motivasi untuk melaksanakan kegiatan;
d.      Melakukan pemecahan masalah;
e.       Melakukan alternatif lain apabila masalah belum terpecahkan.

3.      Bimbingan Kelompok
Bimbingan kelompok dimaksudkan untuk mencegah berkembangnya masalah atau kesulitan pada diri siswa. Isi kegiatan bimbingan kelompok terdiri atas penyampaian informasi yang berkenaan dengan masalah pendidikan, pekerjaan, pribadi, dan masalah sosial yang tidak disajikan dalam bentuk pelajaran. Langkah awal diselenggarakan dalam rangka pembentukan kelompok sampai dengan mengumpulkan para peserta yang siap melaksanakn kegiatan kelompok. Langkah awal ini dimulai dengan penjelasan tentang adanya layanan bimbingan kelompok bagi para siswa, pengertian, tujuan, dan kegunaan bimbingan kelompok.
Perencanaan kegiatan bimbingan kelompok meliputi penetapan materi layanan, tujuan yang ingin dicapai, sasaran kegiatan, bahan atau sumebr bahan untuk bimbingan kelompok, rencana penilaian, serta waktu dan tempat.
Pelaksanaan kegiatan meliputi persiapan menyeluruh yang meliputi :
a.    Persiapan fisik
b.    Pelaksanaan tahap-tahap kegiatan. Tahap pertama yaitu pembentukan, temanya pengenalan, pelibatan dan pemasukan diri. Tahap kedua yaitu peralihan, dan tahap ketiga yaitu kegiatan.
Evaluasi kegiatan dapat dilakukan melalui :
a.       Mengamati partisipasi dan aktivitas peserta selama kegiatan berlangsung;
b.      Mengungkapkan pemahaman peserta atas materi yang dibahas;
c.       Mengungkapkan kegunaan bimbingan kelompok bagi mereka dan perolehan mereka sebagai hasil dari keikutsertaan mereka;
d.      Mengungkapkan minat dan sikap mereka tentang kemungkinan kegiatan lanjutan; dan
e.       Mengungkapkan kelancaran proses dab suasana penyelenggaraan bimbingan kelompok.
Analisis dan tindak lanjut perlu dikaji apakah hasil-hasil pembahasan dan atau pemecahan masalah yang sudah dilakukan sedalam atau setuntas mungkin, atau sebenarnya masih ada aspek-aspek penting yang belum dijangkau dalam pembahasan.
4.      Konseling kelompok
Konseling kelompok adalah suatu upaya bantuan kepada siswa dalam suasana kelompok yang bersifat pencegahan dan penyembuhan, dan diarahkan kepada pemberian kemudahan dalam rangka perkembangan dan pertumbuhannya. Tahapannya sama dengan bimbingan kelompok.

5.      Pengajaran remedial
Adapun prosedur remedial tersebut, menurut Nurihsan (2007) dapat digambarkan sebagai berikut:
a.       Diagnostik kesulitan belajar-mengajar.
b.      Rekomendasi/referral.
c.       Penelaahan kembali kasus.
d.      Pilihan alternatif tindakan.
e.       Layanan konseling.
f.       Pelaksanaan pengajaran remedial.
g.      Pengukuran kembali hasil belajar-mengajar.
h.      Reevalusai/rediagnostik.
i.        Tugas tambahan.
j.        Hasil yang diharapkan.

6.      Bimbingan Klasikal

Bimbingan klasikal termasuk ke dalam strategi untuk layanan dasar bimbingan. Layanan dasar diperuntukkan bagi semua siswa. Secara terjadwal, guru BK memberikan layanan bimbingan kepada para siswa. Kegiatan layanan dilaksanakan melalui pemberian layanan orientasi dan informasi tentang berbagai hal yang dipandang bermanfaat bagi siswa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar